Bagi pecinta kuliner di Indonesia jika kita berbicara kuliner khas Lombok seolah tiada habisnya. Salah satu kuliner tradisional Lombok dengan citarasa pedas adalah Ayam Rarang. Ayam Rarang memang kalah populer dengan Ayam Taliwang yang sudah terkenal di seantero nusantara akan tetapi citarasa pedas olahan ayam khas Lombok satu ini tidak kalah.

Dengan tampilan yang menggugah selera dan merah menyala Ayam Rarang sekilas seperti ayam balado tetapi ketika kita merasakan secara langsung akan terasa berbeda. Apalagi dengan Ayam Taliwang citarasanya juga berbeda meskipun sama-sama pedas.

Ayam Rarang Khas Lombok
Ayam rarang dibuat dengan membakar daging ayamnya dahulu. Sumber flickr

Sebiye Gero dan cabai merah hitam untuk bumbu Ayam Rarang

Ayam Rarang dan Ayam Taliwang sangat berbeda dalam proses pembuatannya dan bumbu yang digunakan. Meskipun ada beberapa bumbu yang sama digunakan untuk membuat Ayam Rarang dan Ayam Taliwang sehingga memiliki citarasa yang khas yaitu sebiye gero.

Sebiye gero sendiri merupakan cabai rawit kering yang proses pengeringannya dengan menjemur dibawah terik matahari selama berhari-hari . Cabai kering ini digunakan sebagai bumbu sekaligus pengawet pada makanan khas Lombok. Rasa panas dan pedas yang dihasilkan oleh bumbu cabai ini memang unik. Rasa pedas akan muncul secara perlahan-lahan akan tetapi rasa pedas yang dihasilkan bertahan lama. Oleh karena itu dalam pembuatan masakan khas Lombok yang menggunakan bumbu cabai ini perlu hati-hati dalam pemakaiannya agar tidak terlalu pedas.

Selain itu ada pula cabai merah hitam yang juga merupakan cabai kering. Akan tetapi proses pengeringan dari cabai ini berbeda dengan sebiye gero. Jika cabai sebiye gero di keringkan dengan sinar matahari, tetapi untuk cabai merah hitam dikeringkan dengan ditaruh di atas para-para dapur sehingga cabai akan kering terkena asap dari tungku dapur.

Penggunaan cabai merah hitam ada pada hampir semua masakan khas Lombok seperti Ayam Taliwang, Ayam Pelalahan dan Sate Rembiga. Ciri khas dari citarasa bumbu cabai ini adalah beraroma harum dan memiliki sensasi rasa masam di dalamnya.

Perbedaan Ayam Rarang dan Ayam Taliwang

Hal yang membedakan antara Ayam Taliwang dan ayam bakar pedas ini adalah makanan pengiringnya. Ayam dari desa rarang ini menggunakan kuah berupa sayur bening yang cukup banyak. Selain itu penyajiannya juga menggunakan kedelai goreng dan ati ampela goreng. Perbedaan dari Ayam Rarang yang lain adalah hidangan ini di buat dengan bumbu yang telah dimasak terlebih dahulu. Dan Ayam Rarang menggunakan bahan ayam kampung yang muda sehingga tekstur dagingnya lebih lunak.

Rahasia pengolahan

Yang menjadikan citarasa tersendiri dari Ayam Rarang adalah karena daging ayam tersebut harus di bakar dahulu menggunakan kayu bakar. Penggunaaan kayu bakar, meskipun di retoran besar masih dipertahankan untuk mempertahankan citarasa yang masih asli. Untuk memudahkan proses pembakaran, ayam di tusuk menggunakan batang besi.

Setelah ayam setengah matang, ayam diungkep menggunakan bumbu yang sudah di haluskan terlebih dahulu. Proses ungkep menggunakan api kecil selama kurang lebih 15 menit. Jangan lupa dilumuri dengan minyak dan perasan jeruk nipis. Jika dirasa cukup ayam dibakar lagi dengan bara api yang tidak terlalu besar dan dilumuri bumbu lagi. Bumbu yang meresap di hasilkan dari proses yang seperti itu dan proses yang agak rumit itulah yang dapay menciptakan citarasa yang berbeda dari masakan lainnya.

Ayam Rarang Khas Lombok
Ayam Rarang penampilannya menggugah selera. Sumber IG @rahmawatibadrus

Beberapa bahan yang harus dipersiapkan dalam mengolah hidangan ini meliputi, ayam kampung muda, perasan jeruk nipis, cabai merah dan cabai rawit merah bawang putih, terasi bakar, kemiri, garam dan gula pasir. Bahan bahan diatas sekilas mirip dengan bahan ketika membuat sambal balado, akan tetapi berbeda dalam penggunaan terasi bakar pada olahan ayam ini dan tomat pada sambal balado.

Demikian ulasan mengenai salah satu kuliner olahan ayam yang merupakan hidangan khas Lombok yang memiliki rasa pedas. Nama rarang sendiri adalah dari nama desa asal masakan tersebut yaitu Desa Rarang Terara Lombok Timur. Dengan harga yang terjangkau anda bisa memanjakan lidah anda di beberapa restoran di Lombok yang menyediakan kuliner khas Lombok ini.