Kue Bantal merupakan salah satu jajanan khas di Pulau Lombok. Di sebagian wilayah di Lombok ada yang menyebutnya Bantal karena memang bentuknya mirip seperti bantal tidur. Ada pula yang menamainya Topat Reket atau Ketupat Ketan. Kue Bantal merupakanan jajanan khas Pulau Lombok yang menjadi favorit masyarakat Lombok.

Bahan untuk membuat kue bantal berupa beras ketan, kelapa muda yang diparut, daun aren atau janur, tali (biasanya dari batang bambu yang sudah disisir untuk tali), buah pisang atau kacang merah untuk isi. Rasa enak dan gurih akan terasa di lidah bagi setiap orang yang mencobanya.

Kue Bantal Khas Lombok

Di Pulau Jawa, nama Kue ini biasa disebut dengan Kue Lepet karena dari bahan utama antara kedua kue ini sama yakni menggunakan beras ketan. Masyarakat Pulau Lombok sendiri, menyebutnya dengan Kue Bantal karena tampilannya yang mirip dengan piranti tidur.

Meski bahan utama Kue Lepet dan Kue Bantal sama dan tampilannya mirip tetapi kedua kue tersebut tidak sama. Perbedaan yang mencolok adalah pada isinya, jika Kue Lepet hanya berisikan beras ketan, berbeda dengan Kue Bantal yang di bagian tengah ketan berisi kacang merah atau buah pisang.

Pada awalnya, jajanan khas Lombok ini merupakan kuliner tradisional yang hanya diproduksi pada saat Ramadhan, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Desa Gapuk menjadi desa pertama sekaligus yang masih mempertahankan produksi Kue Bantal hingga saat ini.

Ketika itu, Kue ini hanya dijual sekitar Desa Gapuk pada saat Ramadhan, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Melihat permintaan dari Masyarakat Lombok terhadap kuliner ini yang cukup tinggi dan permintaan Wisatawan yang berlibur ke Pulau Lombok hampir setiap hari sebagai oleh-oleh, sehingga kue ini diproduksi pada hari-hari biasa dan hampir setiap hari dijajakan di Desa Gapuk.

Terdapat dua varian rasa dari kue ini hingga saat ini, yakni rasa kacang merah dan rasa pisang. Rasa tersebut dinamakan berdasarkan isian yang ada didalam ketan. Ada yang diisi dengan kacang merah dan pisang, Anda bisa memilih sesuai keinginan. Jika Anda berkenan untuk membuatnya sendiri, bisa menambahkan buah atau sayur lain sebagai isiannya agar bisa memodifikasi Kue Bantal menjadi berbagai varian rasa.

Harga jajanan khas ini relatif murah dan cukup terjangkau untung kantong Wisatawan. Satu ikat kue ini terdiri dari 10 biji ditawarkan dengan harga Rp. 15.000. Ada juga yang menawarkan jajanan ini satu ikat terdiri dari 16 biji seharga Rp. 20.000. Nah, bagi Anda yang berkunjung ke Pulau Lombok, bisa membelinya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang atau bisa mencicipi langsung.

Kue Bantal, sumber ig @terunededarementaram
Kue Bantal, sumber ig @terunededarementaram

Lokasi Jualan Kue Bantal

Lokasi yang menjadi langganan untuk menjajakan kuliner tradisional ini adalah Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Jarak dari Kota Mataram sekitar 51,8 km atau 1 jam 8 menit jika menggunakan kendaraan roda empat.

Desa ini dikenal sebagai desa pembuat makanan tradisional di Lombok. Banyak Wisatawan dan Masyarakat Lombok menyempatkan mampir untuk membeli jajanan ini sebagai oleh-oleh keluarga.

Sepanjang jalan di kawasan Gapuk – Anjani Lombok Timur Km 50, Wisatawan akan melihat deretan penjual Kue Bantal. Rasa Kue Bantal yang enak dan gurih tidak hanya dari ketan, tetapi juga dari parutan kelapa.

Ditambah bagian tengah ketan terdapat isian berupa kacang atau Kue Bantal yang berisi buah pisang di tengahnya, rasanya gurih bercampur manis. Tidak hanya saat Ramadhan tiba tetapi saat hari-hari biasa banyak yang berjualan.

Cara Pembuatan Kue Bantal

Setelah mendengar deskripsinya, tentu saja ingin segera mencoba mencicipi. Namun bagi Anda yang tidak bisa mendapatkan sajian khas Lombok ini secara langsung, terdapat cara untuk membuatnya sendiri. Berikut informasinya.

Bahan Utama

Terlebih dahulu Anda menyiapkan bahan utama, bahan yang dibutuhkan cukup mudah didapatkan, diantaranya:

  1. Ketan sebanyak 300 gr.
  2. Buah kelapa yang tidak terlalu tua sebanyak ½ buah (di parut halus).
  3. Garam sebanyak ½ sendok the.
  4. Gula pasir sebanyak 150 gr.
  5. Pisang raja yang sudah matang sebanyak 7 buah atau kacang merah 100 gr, salah satu dari pisang atau kacang bisa digunakan oleh Anda tergantung selera yang diinginkan.

Bahan Pelengkap

Selanjutnya Anda menyiapkan bahan pelengkap, bahan yang dibutuhkan tidak terlalu sulit, diantaranya:

  1. Tali yang terbuat dari daun aren untuk mengikat.
  2. Janur (daun aren muda) sebagai pembungkus.

Proses Memasak

Proses memasak kue ini membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, cara memasaknya sebagai berikut:

  1. Cuci bersih ketan sekitar 2x atau 3x dengan air putih.
  2. Kukus ketan yang sudah dicuci sampai benar-benar matang.
  3. Kupas kulit pisang lalu dipotong dengan ukuran sesuai selera.
  4. Campurkan ketan yang sudah matang dengan gula pasir, garam, dan kelapa parut.
  5. Aduk seluruh bahan yang sudah dicampur hingga merata.
  6. Bungkus ketan yang sudah dibumbui dengan janur membentuk seperti lepet.
  7. Isilah dengan buah pisang atau kacang pada bagian tengahnya.
  8. Lilitkan tali pada janur yang sudah berisi ketan hingga rapat dan tidak ada rongga udara.
  9. Kukus bahan yang sudah dibungkus sampai benar-benar-benar matang.
  10. Setelah dirasa sudah matang, kue bantal siap dihidangkan.

Itu dia berbagai informasi kuliner khas Lombok, Kue Bantal. Semoga bisa menambah wawasan terkait kuliner Indonesia. Nikmati kuliner ini sembari berwisata di Pulau Lombok.