Banyak kuliner khas Lombok yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh, salah satunya kue cerorot. Mendengar nama kue yang satu ini pasti membuat Anda penasaran. Lebih penasaran lagi jika tidak bisa melihat langsung atau tidak bisa mencobanya langsung.

Kuliner khas Lombok begitu beragam, dari makanan ringan hingga makanan berat. Saking banyaknya terkadang membuat Wisatawan bingung untuk memilih kuliner yang mana. Soal cita rasa tidak perlu ditanyakan lagi, keunikan dan penyajian kuliner khas Lombok beragam antara satu dengan yang lain.

Rasa pedas yang dihasilkan dari kuliner memang sudah menjadi raganya kuliner khas Lombok. Hampir semua kuliner khas Lombok memiliki rasa pedas bahkan pedasnya bukan main, tetapi walau peda tetap saja menjadi primadona Wisatawan untuk mencicipinya.

Tetapi sayangnya, beragam kuliner khas Lombok seperti ayam taliwang, sate rembiga, sate pusut, sate ikan tanjung, sate bulayak, dan plecing kangkung hanya bisa makan di tempat. Tidak bisa dibawa jarak jauh apalagi bertahan lebih dari satu hari, sehingga keluarga atau kerabat yang di kampung tidak bisa mencicipi langsung kuliner khas Lombok.

Mengenal Kue Cerorot

Kue cerorot merupakan jajanan khas lombok yang memiliki karakter rasa yang lumayan manis. Kue ini disajikan dengan bungkusan daun kelapa yang telah dibentuk mirip terompet kecil. Sebenarnya kue khas ini juga ada di beberapa daerah di Jawa, khususnya di Jawa Tengah. Namun yang membedakan kue cerorot khas Lombok dengan yang terdapat di daerah lain adalah terdapat pada tambahan bahan yang digunakan, yakni daging buah rotan.

Kue Cerorot, sumber ig ichiroberto
Kue Cerorot, sumber ig @ichiroberto

Masyarakat Pulau Lombok biasa mencampurkan daging buah rotan ke dalam adonan kue ini. Hal ini yang membuatnya terasa lebih nikmat dan khas. Disamping cita rasanya yang khas, cara memakan kue ini juga tergolong unik. Cara makannya dengan memencet bagian bawah atau ujung kue, sehingga isi kue terdorong ke luar. Dari sinilah nama cerorot itu disematkan untuk nama kuenya.

Kue khas ini bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional di Pulau Lombok. Terutama saat acara begawe (selamatan), saat Puasa Bulan Ramadan, menjelang Idul Fitri, menjelang Idul Adha, saat hari Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Nuzul Quran atau saat 17 s/d hari terakhir bulan Ramadan. Pada waktu-waktu tersebut yang berjualan di pasar tradisional Lombok cukup banyak. Sehingga Waktu yang tepat untuk menemukan Kue khas ini adalah saat Puasa Bulan Ramadan.

Cara Pembuatan Kue Cerorot

Untuk membuat kue khas Lombok ini tidak membutuhkan banyak bahan. Dan memang kue ini merupakan jajanan lokal yang memiliki ciri khas lokal pula, sehingga jika terlalu banyak dicampur dengan bahan-bahan lain justru citra khasnya akan hilang dan tidak menunjukkan khazanah lokal. Jika Anda tidak bisa mencoba secara langsung Kue khas ini, tidak salahnya jika membuatnya secara langsung. Cara pembuatannya cukup sederhana, sebagai berikut.

Bahan-bahan

Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Kue Cerorot, meliputi:

  1. Tepung beras.
  2. Gula Merah.
  3. Garam secukupnya.
  4. Santan kelapa.
  5. Pucuk kelapa (janur).
  6. Semat lidi.

Kemasan

Setelah bahan-bahan telah disiapkan, terlebih dahulu membuat kemasan dari janur kelapa, cara pembuatannya yakni:

  1. Pisahkan janur kelapa dengan lidinya.
  2. Gulung janur kelapa dengan cara membentuknya dari ukuran kecil ke besar sehingga membenuk sebuah corong.
  3. Jangan sampai ada lubang pada bagian bawahnya (bagian yang kecil) agar saat dimasak cerorotnya bisa mematang secara sempurna.
Kue Cerorot, sumber ig viaindonesia
Kue Cerorot, sumber ig @viaindonesia

Proses Memasak

Proses memasak Kue khas Lombok ini tidak terlalu lama hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam, langkah-langkanya sebagai brikut:

  1. Masukkan tepung beras ke dalam air, kemudian diayak.
  2. Masak air dengan gula dan garam sampai larut, kemudian saring.
  3. Tambahkan santan ke dalam gula, aduk sampai rata.
  4. Masukkan larutan gula merah dan santan ke dalam tepung, aduk sampai rata dan licin.
  5. Siapkan kukusan lengkap dengan saringan yang berlubang besar.
  6. Tancapkan corong dengan tegak di dalam kukusan.
  7. Lalu isi corong dengan adonan hingga hampir penuh.
  8. kukus sekitar 20 menit (hingga matang) kemudian angkat.
  9. Kue cerorot khas Lombok siap dihidangkan.

Waktu Bertahan Kue Cerorot

Kue khas ini bisa menjadi oleh-oleh untuk keluarga di Rumah karena waktu bertahannya selama 2 s/d 3 hari lebih. Anda perlu memperkirakan jauh perjalanan Anda pulang dari Lombok menuju kampung atau daerah yang dituju. Usahakan tidak lebih dari 2 atau 3 hari agar Kue Clorot masih enak apabila disantap.

Kandungan Gizi Kue Cerorot

Kue Cerorot termasuk mengandung nilai gizi yang tinggi. Pada bahan dasarnya yaitu tepung beras yang merupakan sumber karbohidrat cukup tinggi, selain itu juga mengandung sumber energi sebesar 264 kkal/100 mg, protein, zat besi, vitamin B1, lemak, kalsium dan fosfor.

Kandungan pada gula merah pada kue ini juga merupakan sumber energi bagi tubuh yaitu sebesar 11 kkal/ 1sdt, karbohidrat 2,92 gr/1 sdt, gula 2,8 gr/1 sdt, sodium 1 mg/1 sdt dan kalium 100 mg/1 sdt. Santan kelapa yang terdapat pada kue ini adalah sumber makanan yang kaya akan nutrisi yaitu mengandung kalsium 200 IU / 1 cangkir, lemak, omega 3, serat dan protein.

Komposisi zat kimia yang terdapat dalam santan tidak berubah walaupun telah di masak. Santan juga mengandung kalori 120 kkal/ 2 sdm, gula 1-2 % gula untuk menghasilkan energi. Protein yang terdapat dalam santan adalah jenis protein rendah yaitu alanin, sistin, arsini dan serene, protein ini mudah dicerna tubuh untuk mempertahankan dan membangun sel-sel baru untuk rambut, kuku dan kulit.

Simak terus ulasan kuliner Lombok lainnya di dapur sasak.