Berwisata ke Pulau Lombok rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi kuliner Nusa Tenggara Barat. Ibarat makanan, sudah tersedia nasi, lauk, sayur, dan air minum tetapi buah belum ada, memang kenyang karena sudah makan belum lengkap jika belum cuci mulut dengan buah-buahan.

Perumpamaan ini sering menghampiri Wisatawan ketika berkunjung ke Lombok. Menikmati keindahan Lombok yang begitu mempesona, saking indahnya rasanya ingin berlama-lama di Lombok.

Kekayaan Alam Pulau Lombok

Ya, Pulau Lombok bukan hanya dikenal dengan berbagai pantai dan gugusan gili-nya, namun juga terdapat berbagai daya tarik yang bisa dinikmati. Bagi Wisatawan para wisatawan dan penikmat kuliner Indonesia, Lombok memang menjadi salah satu destinasi wisata terbaik Indonesia yang tidak bisa dilewatkan.

Terdapat berbagai pantai indah nan eksotis, air terjun yang mempesona, Taman Nasional Gunung Rinjani, beberapa Goa, serta jenis wisata lainnya seperti kulinernya. Tidak jarang Wisatawan yang berkunjung ke Lombok memanfaatkan waktu berlibur semaksimal mungkin untuk menjelajahi objek wisata Lombok sembari mencicipi kuliner khasnya dikala lapar melanda.

Beragam kuliner di Lombok bisa Wisatawan jumpai, tidak hanya kuliner khas Suku Sasak tetapi ada dua suku lainnya yang berada di Pulau Lombok yang bisa Wisatawan nikmati kuliner khasnya, yakni Suku Samawa dan Suku Mbojo.

Suku Sasambo

Sa Sa Mbo adalah singkatan dari Suku Sasak, Samawa, dan Mobojo merupakan tiga suku besar yang mendiami Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus suku asli dari NTB.

Terdapat 10 kota dan kabupaten di NTB dengan 3 tiga suku yakni Suku Sasak meliputi Kota Mataram, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Utara, dan Kab. Lombok Timur yang mendiami Pulau Lombok. Suku Samawa meliputi Kab. Sumbawa dan Kab. Sumbawa Barat yang mendiami Pulau Sumbawa bagian Barat. Suku Mbojo meliputi Kab. Dompu, Kota Bima, dan Kab. Bima yang mendiami Pulau Sumbawa bagian Timur.

Kuliner khas Sasambo

Suku Sa Sa Mbo memiliki kuliner Nusa Tenggara Barat dengan cita rasa yang unik dari masing-masing kulinernya, Apa saja kuliner Nusa Tenggara Barat? Berikut informasinya.

1. Sate Tanjung

Sate Tanjung Khas Lombok, sumber ig wonderfullombok
Sate Tanjung Khas Lombok, sumber ig @wonderfullombok

Berbeda dengan penyajian sate pada umumnya yang menggunakan saus kacang, sate tanjung khas Suku Sasak ini disajikan tanpa menggunakan saus apapun. Cita rasanya yang khas membuat sate ikan tanjung menjadi primadona masyarakat di Lombok. Rasa pedas berpadu dengan daging ikan yang empuk membuat banyak orang yang mencicipinya ketagihan.

Maka seperti persepsi banyak orang bahwa cita rasa kuliner Lombok sebagian besar pedas itu benar adanya. Sate Tanjung banyak dijual di sepanjang jalan di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya satu, ada puluhan penjual sate ikan yang tersebar di kabupaten ini.

2. Plecing Kangkung

Plecing Kangkung
Plecing Kangkung. sc: grid.id

Plecing Kangkung menjadi sayuran khas Lombok yang terkenal bukan hanya di rumah makan khas Suku Sasak bahkan hingga terdapat di daerah-daerah lain di luar Lombok. Sajian berbahan dasar sayur kangkung di Indonesia ini hampir terdapat di seluruh daerah. Karena sayuran ini memang nikmat dan memiliki banyak manfaatnya secara kesehatan.

Namun setiap daerah memiliki ciri dan jenis masakan yang hampir-hampir berbeda meskipun berbahan dasar yang sama. Meskipun saat ini resepnya bisa dicontoh dan menu masakan ini bisa didapatkan di luar Lombok, namun tentu saja tetap ada sensasi berbeda apabila bisa menikmatinya dari tempat asal.

3. Nasi Balap Puyung

Nasi Balap Puyung, sumber ig @tanda_suka
Nasi Balap Puyung, sumber ig @tanda_suka

Nasi Balap Puyung adalah salah satu sajian khas Suku Sasak. Sajian ini menjadi salah satu yang dikenal hingga ke luar daerah dan menjadi bagian dari wisata kuliner Lombok. Jika selama ini para Wisatawan yang berkunjung ke Pulau sering mencicipi kulinernya, jangan lewatkan Nasi Balap Puyung.

Menu kuliner khas Suku Sasak yang satu ini bahkan terkenal hingga keluar daerah Lombok sehingga bisa dinikmati hampir di beberapa kota besar di Indonesia. Keberadaannya hingga keluar daerah bisa karena beberapa faktor. Utamanya adalah rasa. Namun selain itu, sajian ini juga simpel, harga yang terjangkau, dan citarasa yang unik.

4. Ayam Bakar Taliwang

Ayam Taliwang, sumber ig taliwangbali
Ayam Taliwang, sumber ig @taliwangbali

Ayam Bakar Taliwang adalah kuliner khas Samawa yang bisa Wisatawan jumpai saat berkunjung ke Pulau Lombok. Ayam bakar Taliwang hampir sama seperti ayam bakar pada umumnya.

Namun, perbedaannya terdapat pada rasa bumbunya, rasa bumbu Ayam Bakar Taliwang yang pedas dan sedikit asam ditambah dengan hidangan sambal berminyak memberikan kesan yang tidak biasa serta tidak terlupakan di lidah setiap Wisatawan yang akan menyantap ayam bakar yang satu ini. Kuliner yang satu ini cocok dimakan saat siang hari, apalagi dengan suhu di Pulau Lombok yang cukup panas sehingga begitu enak hidangan ini dimakan untuk menjanggal perut yang lapar.

5. Gecok

Gecok Khas Sumbawa, sumber NgibarBalang.id
Gecok Khas Sumbawa, sumber NgibarBalang.id

Gecok merupakan kuliner khas Samawa yang terbuat dari jeroan, daging, dan hati sapi. Gecok dihidangkan dengan cara dibalut dengan parutan kelapa berbumbu yang khas dengan belimbing wuluh dan dibumbui tumisan segar asam yang tentunya menambah kesan garing, renyah, dan gurih menyelimuti kuliner yang satu ini.

Gecok digunakan sehari-hari oleh masyarakat Suku Samawa sebagai lauk yang dimakan bersama nasi. Gecok ini menjadi salah satu kuliner khas Suku Samawa yang bisa Wisatawan jumpai di beberapa titik di Pulau Lombok.

6. Mangge Mada

Mangge Mada, sumber ig riarosalina20
Mangge Mada, sumber ig @riarosalina20

Mangge Mada dalam bahasa Suku Mbojo yang artinya “Gulai Jantung Pisang”, kuliner ini merupakan masakan Khas Suku Mbojo. Mangge Mada terasa gurih dan nikmat saat dicicipi oleh lidah. Bahan tambahannya seperti daging ayam cincang, udang bakar, santan, jeruk nipis, rebu, dan cabe rawit. Warna kuah Mangge Mada putih kecoklatan dari warna jantung pisang yang dibakar dan santan kelapa.

Masyarakat Suku Mbojo yang mendiami Pulau Lombok sering memasak kuliner yang satu ini ketika acara keluarga seperti pernikahan atau syukuran. Masyarakat Suku Sasak dan Samawa juga sangat suka terhadap kuliner yang satu ini, selain unik dari bahan-bahan dasarnya, cita rasanya juga berbeda. Mangge Mada bisa Wisatawan jumpai di beberapa titik di Pulau Lombok.

7. Tumi Sepi

Tumi Sepi, sumber Romantika Bima - WordPress.com
Tumi Sepi, sumber Romantika Bima – WordPress.com

Tumi Sepi adalah masakan khas Suku Mbojo berbahan utama udang rebon (udang yang kecil-kecil). Tumi Sepi dalam bahasa Mbojo yang artinya “Tumis Udang Rebon”. Tumi Sepi dibuat dari udang kecil-kecil yang ditumis dengan tomat, cabe, asam muda, dan daun kemangi. Rasanya sulit diungkapkan kalau tidak dinikmati oleh lidah secara langsung.

Masakan yang satu ini sangat lengkap jika dimakan dengan nasi yang masih hangat atau baru dimasak. Banyak masyarakat di Pulau Lombok yang sudah mengenal kuliner yang satu ini dan sering memasaknya untuk makanan sehari-hari. Tumi Sepi bisa Wisatawan jumpai di beberapa titik di Pulau Lombok.

Itu dia aneka macam kuliner khas Tiga suku terbesar di Nusa Tenggara Barat yang sebagian dapat ditemukan di Rumah makan di Lombok. Semoga bisa menambah wawasan terkait kuliner Lombok.