Setelah bulan Ramadhan selesai, masyarakat muslim di Indonesia akan memasuki bulan Syawal. Bulan dimana pada awal Syawal digunakan untuk peringatan hari raya Idul Fitri dan di hari-hari setelahnya akan padat dengan berbagai acara Syawalan, Halal bi halal, ataupun Reunian. Tetapi di sebagian masyarakat Indonesia ada beberapa ritual adat yang selalu di laksanakan setelah suasana Idul Fitri selesai. Di Jawa ada upacara adat grebeg Syawal, Ba’do kupat atau kupatan.

Sedangkan di pulau Lombok ada agenda adat yang tak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Lombok yaitu Lebaran Topat. Lebaran topat biasanya di laksanakan sepekan setelah hari raya Idul Fitri. Inti dari Lebaran topat adalah perayaan ‘lebaran kedua’ setelah selesainya puasa sunnah syawal 6 hari. Pada Lebaran topat ini terdapat makanan khas nusantara yaitu ketupat selain kuliner tradisional lombok yang bercitarasa pedas. Ketupat dalam bahasa sasak disebut topat itulah mengapa tradisi lebaran setelah puasa sunnah Syawal ini dinamakan lebaran topat.

Ketupat tak bisa dipisahkan dari budaya Lebaran Topat. Sumber IG @humaslobar

Fakta unik dari adat Lebaran Topat di Lombok

Agenda ziarah ke pemakaman

Agenda dari Lebaran topat sendiri adalah kegiatan dari masyarakat Lombok yang pergi ke pemakaman untuk mendoakan anggota keluarga ataupun leluhur penyebar agama Islam di Lombok yang telah meninggal dunia. Sejak pagi para peziarah sudah memadati lokasi pemakaman untu berziarah. Seperti makam Bintaro dan makam Loang Baloq, makam makam lainnya juga di jejali para peziarah.

Selain melakukan doa di pemakaman masyarakat juga berebutan mencuci kepala mereka dengan air yang telah disediakan di pemakaman dengan mengharap berkah. Ada juga tradisi ngurisan yaitu tradisi mencukur rambut kepala bayi dengan keyakinan akan menjadikan bayi menjadi anak yang sholeh dan berhasil ketika dewasa.

Hari rekreasi bersama keluarga

Selain pemakaman yang ramai di kunjungi, ternyata pada Lebaran Topat masyarakat pulau Lombok setelah selesai di pemakaman nereka berdondong bondong menuju temapt rekreasi terutama pantai untuk sekedar rekreasi. Masyarakat dengan beserta segenap keluarganya mengunjungi pantai dengan membawa bekal dari rumah berupa makanan khas Lombok dan juga tak ketinggalan adalah ketupat.

Maka tak heran jika pada hari dimana ada perayaan Lebaran Topat maka suasana pantai akan sangat ramai di penuhi oleh pengunjung wisatawan lokal. Pantai Lombok Senggigi yang menjadi primadona meskipun pantai- pantai lain yang ada di seputaran pulau Lombok juga ramai dikunjungi wisatawan. Karena saking banyaknya warga yang menuju ke tempat wisata maka Polisi, Basarnas dan unsur-unsur lainnya bekerja keras dan disiagakan di berbagai titik pada hari itu. Masyarakat selain menggunakan roda dua dan roda empat dalam perjalannya ke pantai, ada juga anggota masyarakat yang menggunakan angkutan tradisional yaitu Cidomo.

Tradisi perang topat di Lombok Barat

Tradisi perang topat telah dilaksanakan secara turun-temurun. Ritual budaya ini dimulai sejak berakhirnya penguasaan kerajaan Hindu bali atas masyarakat Lombok. Acara Perang Topat ini diselenggarakan di pura Lingsar Lombok Barat dan acara dilakukan rutin tiap tahun.

Acara perang yang melibatkan dua pemeluk agama ini sebenarnya simbol dari kerukunan beragama. Dengan menggunakan pakaian khas Bali, pemeluk hindu akan berkumpul dengan masyarakat muslim sasak yang menggunakan pakaian adat suku sasak. Mereka akan saling melempar ketupat pada sore hari menjelang matahari terbenam. Waktu penanda dimulainya perang adalah setelah rontoknya bunga dari pohon waru atau ‘rorok kembang waru’.

Ribuan masyarakat muslim Sasak dan Hindu Bali berkumpul dan menyelenggarakan acara secara damai dan bersama-sama.  Dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa buah-buahan dan hasil bumi yang di lakukan oleh mayoritas suku Sasak dan di temani beberapa tokoh dari Hindu kemudian sesajen di simpan di Pura Kemalik. Setelah prosesi itu selesai maka di mulailah peperangan dengan saling melempar ketupat tersebut.

Makanan khas saat Lebaran TOpat. Sumber IG @the_andry

Demikian ulasan mengenai budaya masyarakat Lombok di bulan Syawal yaitu Lebaran topat. Dengan mengunjungi Lombok ketika suasana Lebaran akan sangat terasa suasana Lebarannya karena masyarakat Lombok yang mayoritas beragama Islam masih memiliki adat kebudayaan yang diselenggarakan selepas Idul Fitri.  Selain itu makanan tradisional ketupat selalu saja menjadi makanan wajib ketika lebaran. Maka jangan lewatkan juga pesan juga masakan tradisional dari bahan ketupat yang terdapat pada rumah makan di Lombok yang pasti menggugah selera.